Kita hari ini, dan kita hari esok
Sunday July 18th 2010, 5:30 pm
Filed under: Pikiranku
 Tagged

Saya, menyadari belakangan ini begitu larut dalam mengikuti perkembangan tren di dunia maya. Begitu memiliki pengaruh besar, dan membuat kita larut, dan terus larut tanpa tahu akan berakhir kapan.

Saya juga menyadari, perkembangan dunia maya tidak akan pernah ada yang mengira akan berakhir seperti apa? Apakah mungkin sama dengan perkembangan media? Yang dimulai dari hanya melalui pembicaraan, media cetak, radio, televisi, dan terakhir online. Satu yang pasti, dan mungkin bisa dikatakan, media cetak sekarang sudah “sekarat”.

Di luar negeri seperti Amerika, misalnya, mereka mencoba mencari alternatif lain untuk menghindari “gempuran” media online tersebut. Mereka menyadari, media online merupakan suatu ancaman bagi media cetak.

Sekarang, siapapun bisa membuat medianya sendiri dengan caranya sendiri di dunia maya. Tanpa perlu kemampuan jurnalistik. Memang, prinsip berita atau “news” adalah baru atau dalam arti latinnya bersifat mengabarkan. Jadi, memang siapapun berhak untuk memberi kabar, jika kabar tersebut menurutnya menarik dan baru. Itu prinsip dasar dari “hard news” atau lebih dikenal dengan berita singkat.

Salah satu contoh, media (tempat) yang bisa dijadikan bagi masyarakat umum untuk mengabarkan yaitu melalui facebook atau twitter. Kedua media tersebut sama-sama bisa memberi pengaruh besar karena sifatnya suatu jejaring sosial. Artinya, satu teman yang memberi informasi bisa diketahui teman lainnya, lalu kemudian dikabarkan lagi kepada yang lainnya, dan begitu seterusnya, tergantung dari seberapa penting apa yang akan dikabarkan tersebut.

Lalu, jika semua orang bisa memberitakan sesuatu, apakah masih relevan jika kita masih memperdebatkan peran dari media massa. Ekstrimnya, membiarkan media mencari jalan hidupnya sendiri.

Tentu saja tidak sesedarhana itu. Ada perbedaan yang jelas antara keduanya. Para jurnalis terikat dengan aturan terutama dengan kode etik mereka. Dan jurnalis adalah sebuah profesi. Lantas, apakah masyarakat secara umum (bukan jurnalis) boleh mengabarkan sesuatu jika ia mengikuti kode etik tersebut? Tentu saja boleh karena etik adalah sebuah produk, dan gunanya pun juga untuk sebuah produk, karya jurnalistik misalnya. Itu berarti, tidak mengikat pengabarnya (masyarakat) karena kode etik itu hanya berlaku bagi profesi yang menyepakati etik tersebut.

Menjadi jurnalis adalah sebuah kredibilitas untuk mengabarkan sesuatu. Tentunya untuk jurnalis dengan kode etik dan menggunakan “tools” atau bisa disebut sebagai kaidah jurnalistik yang sebenarnya. Ini adalah prinsip untuk menghasilkan karya jurnalistik yang tidak bisa ditawar.

Itu poin penting mengapa jurnalis tetap diperlukan, meski gempuran jurnalisme warga tak lagi terbendung. Tapi, kabar mesti disampaikan dari orang yang memang bertugas untuk melakukan hal tersebut. Jurnalis!

Lantas bagaimana dan apa yang bisa kita lakukan untuk menghadapi perkembangan media online tersebut? Ini adalah sesuatu yang tak terelakkan dan mesti dihadapi dengan menyusun strategi yang tepat. Kita harus berintegrasi dan bersikap dinamis, lalu mencari posisi yang tepat untuk terus bertahan.

Memang saya belum menemukan cara yang tepat, hingga saat ini. Namun dengan melakukan riset secara berkelanjutan dan terarah saya yakin bisa menemukannya. Salah satu hal yang paling sering saya lakukan saat ini, adalah mencari kesempatan apa yang bisa kita manfaatkan di dunia maya tersebut. Kemudian melakukan sedikit tindakan, dengan banyak kehatian-hatian. Ini penting menurut saya, karena jika ceroboh dalam artian terlalu cepat bertindak, menurut saya akan membawa dampak yang buruk. Namun, juga jangan terlalu pelan. Karena percayalah, kawan, dunia maya itu begitu cepat berputar. Dan kita tidak pernah menyangka bahwa ternyata, rencana kita hari ini telah didahului orang lain pada esok harinya.

Jadi, mari kita mulai dari sekarang merambah dunia maya dengan apa yang kita senangi. Karena dengan demikian kita bisa terus meningkatkan dan mengasah kemampuan lalu kemudian mencari posisi dan waktu yang tepat untuk beaksi. Go, go, go!

Related posts:

  1. Awal dari….
  2. HIBAH CMB: Menuju Masyarakat Peduli Media
Shortlink share:




     


Leave a comment
Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed:

Connect with Facebook

(required)

(required)